Tantangan Diterima

blur bottle bright building

Ingat artikel Saya Tantang Dewan Paroki Baru? Yup, Dewan Paroki sudah menerima tantangan yang kami, Jubir Komsos berikan.

Veronica Naning adalah Dewan Paroki yang menghubungi kami, beliau adalah sekretaris dari Dewan Paroki, dengan diterimanya tantangan ini kita semua tentu berharap agar jurnalisme Gereja Gamping semakin maju.

Posting ini hanya sebagai laporan bahwa tantangan sudah diterima, kira-kira tim kerja mana lagi ya yang perlu ditantang dan diajak untuk menjadi kreatif?

Silahkan baca posting pertama Dewan Paroki di
Programasi Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Tahun 2019.

533 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Programasi Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Tahun 2019

Todos

Fokus pastoral Tahun 2019 yang dirilis oleh Dewan Karya Pastoral Kesukupan Agung Semarang dan telah diperdalam serta dipelajari dalam forum Temu Pastoral 2019 di PPSM bulan Januari 2019 lalu adalah “Umat Allah Keuskupan Agung Semarang Mewujudkan Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural”. Dalam forum Temu Pastoral tersebut beberapa orang anggota Dewan Pastoral Paroki beserta Romo Paroki, Rm Martinus Suharyanto, Pr juga bergabung secara penuh bersama dengan delegasi paroki lain se-kevikepan DIY.

BONUM COMMUNE

Istilah “Kesejahteraan umum” (bonum commune atau common good ) yang dipakai mengacu rumusan Konsili Vatikan II pada Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Dewasa Ini (Gaudium et Spes – Kegembiraan dan Harapan, Art. 26) sbb: “keseluruhan kondisi-kondisi hidup kemasyarakatan, yang memungkinkan baik kelompok-kelompok maupun anggota-anggota perorangan, untuk secara lebih penuh dan lebih lancar mencapai kesempurnaan mereka sendiri.” Kita perlu bersyukur bahwa dinamika umat Paroki Gamping yang diwakili melalui forum Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah secara terpadu mampu membangun kebersamaan, sinergi yang hangat untuk saling meneguhkan dalam pelayanan umat. Hal ini merupakan modal besar untuk saling mendukung dan mengembangkan pelayanan.

Guna mewujudkan cita-cita dalam fokus pastoral tersebut, beberapa hal berikut ini perlu dilakukan:
1.Pengembangan iman umat yang cerdas, tangguh, misioner, dan dialogis secara berjenjang dan berkelanjutan;
2.Pengembangan keluarga, lingkungan, dan kelompok-kelompok umat agar lebih berperan dalam masyarakat;
3.Peningkatan pelayanan karitatif dan pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel agar semakin sejahtera dan bermartabat;
4.Peningkatan peran dan keterlibatan kaum awam dalam gerakan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan pelestarian lingkungan dengan semangat pembelajaran, kejujuran, dan kerja sama.

Menindaklanjuti proses tersebut, Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Assumpta Gamping pada tahun 2019 ini juga mengusahakan proses penyusunan program kerja (programasi) yang semakin sejalan dengan cita-cita keuskupan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama (Bonum Commune). Proses programasi dilaksanakan secara bertahap, dengan memperdalam RIKAS dan Ardas melalui diskusi pendalaman tim programasi bersama Dewan Harian, dengan tujuan menajamkan pelayanan agar sungguh bermanfaat bagi umat di Paroki Gamping.

Hasil penajaman fokus pastoral tersebut akhirnya ditarik pada panggilan perutusan, sebagaimana telah disampaikan oleh Rm A. Maradiyo, Pr selaku Vikep Kevikepan DIY pada saat melantik segenap Pengurus Dewan Pastoral Paroki tanggal 26 Agustus 2018 lalu, bahwa apa pun fokus pastoral yang dirumuskan, perlu memperhatikan tiga ranah utama pelayanan paroki, yaitu tata penggembalaan, tata kelola administrasi, dan tata kelola harta benda paroki. Karena itu, dalam proses membedah RIKAS juga dikaitkan dengan ketiga aspek yang dirujuk supaya kelanjutan/kesinambungan program terdahulu dan pelaksanaan pengelolaan organisasi menghasilkan standar pelayanan yang akuntabel.

Proses yang ditempuh dalam programasi tahun 2019 ini diawali dengan mendengarkan setiap bidang dan tim kerja menyampaikan rencana program dan anggaran di forum Dewan Pastoral Harian. Selanjutnya. seluruh materi akan divalidasi oleh Tim Kerja Programasi sehingga dihasilkan program kerja dan Rencana Anggaran Biaya Paroki Tahun 2019. Secara keseluruhan proses ini melelahkan, namun memberikan harapan karena dengan transparan setiap bidang/tim kerja bisa menemukan peluang bersinergi, membangun kebersamaan dan soliditas, mekanisme kerja yang efektif dan efisien, serta kegembiraan/semangat untuk melayani umat dengan lebih baik. Tentu hal ini membutuhkan dukungan kita semua sebagai umat paroki, supaya oleh pelayanan ini nama Tuhan semakin dimuliakan. (ve)

521 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini