Pengabdianku Untuk-Mu

misdinar

Kira-kira apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar orang mengucapkan Gereja Gamping? Entah mengapa, aku merasa seperti flashback pada masa kecilku saat aku iseng membuka web Gereja Gamping yang baru ini. Tak terasa pun aku sudah selama hampir 19 tahun selalu berkecimpung di Gereja Gamping. Sangat banyak lika-liku yang dirasakan, dan pastinya banyak suka duka yang sudah tertampung di kehidupanku.

Kadang saat aku misa mingguan di gereja dan memandang sekeliling, aku merasa bahwa secara fisikpun gerejaku sudah melalui banyak perubahan. Dulu saat masih kecil, mungkin seukuran SD, ketika sudah mulai diterapkan berkat anak maju satu persatu. Akulah anak kecil yang selalu ingin menjadi nomor satu mendapat berkat dari Imam, dan saat aku kembali, aku mendapatkan apresiasi dari orangtuaku.

Kemudian, langkah lain yang membuatku selalu bahagia di gereja adalah dulu kakakku adalah seorang misdinar, aku selalu bangga, senang melihat kakakku dapat berinteraksi langsung dengan imam, memegang alat-alat liturgi, menggunakan baju khusus yang kini aku tau namanya. Saat melihat kakakku tugas, dalam hati aku membatin “Suatu saat nanti aku yang ada diatas sana, aku yang menggantikan mereka dan melakukan seperti apa yang kakakku lakukan. Aku ingin seperti mereka.” Hingga akhirnya, aku sangat semangat ikut pelajaran komuni pertama, dan mendaftar menjadi anggota misdinar.

Itu adalah langkah pertamaku untuk berkontribusi langsung pada gereja. Aku masih teringat saat aku selalu rajin tugas tanpa memandang siapa yang menemaniku, siapa imamnya. Bahkan aku dulu paling semangat untuk tugas misa minggu pagi yang waktu itu masih jam 5 pagi. Kadang aku nekat untuk tugas 2 kali karena masih sangat bersemangat untuk bertugas kala itu. Di misdinar pula, aku bisa menemukan sabahat-sahabat baik yang sekarang sudah sukses menjadi calon-calon penerus bangsa. Kadang terharu sendiri mengingatnya. Misa hari raya merupakan hal yang paling diincar misdinar, bahkan hingga saat ini. Mungkin karena saat tugas misa hari raya, bisa dilihat banyak orang dari luar sampai dalam gereja, menjadi memiliki kesan istimewa tersendiri. Dulu hal yang paling tidak aku sukai adalah ketika tugas hanya bisa di nomor satu saja, padahal teman-temanku sudah merasakan di berbagai posisi. Begitulah nasib pendek dan kecil.

Hingga suatu hari aku dipercaya untuk mendapatkan kesempatan lebih dari anggota misdinar. Aku merasa menjadi anak yang beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini, mendapat teman baru, mempelajari bagaimana mencari anggota misdinar baru, mengelola pertemuan rutin, mempersiapkan hari raya, hingga menyiapkan event untuk anggota misdinar dalam rangka mengisi waktu liburan sekolah sekaligus mengakrabkan. Mungkin bisa jadi juga sebagai bentuk rehat untuk anggota karena sudah terus-menerus tugas misa.

Sungguh, mengabdi pada gereja sendiri itu sangat menyenangkan, mendapatkan kepuasan diri sendiri. Selain bisa menjadi dasar kita untuk belajar organisasi, banyak hal-hal positif yang bisa dijadikan pengalaman. Permasalahan dalam organisasipun bisa menjadikan kita belajar untuk memecahkan masalah itu, sehingga ketika dalam dunia nyata lainnya nanti, jika menemukan masalah yang sama, sudah bisa menyelesaikannya.

Terakhir, semoga Gereja Gamping terus berkembang mengikuti jaman, dan bisa menarik kawula-kawula muda untuk turut ambil bagian mengabdi selama waktu memang masih ada, dan kesempatan selalu hadir di setiap waktunya.

Sekian. Berkah Dalem untuk Anda sekalian yang sudah berkenan untuk membaca.

5,343 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini