Apa Asyiknya Misa Harian?

Misa Harian

Hingga pukul 3 pagi saya belum tidur, saya lihat hujan turun, dan hingga sekarang, pagi menjelang misa. Saya pun tanpa alasan pergi ke gereja. Karena apa? Karena misa harian itu asyik. Penasaran?

Berikut beberapa hal yang saya dapat ketika saya misa harian hari ini.

  • Bisa melihat matahari terbit.
  • Lebih dalam saat berdoa, karena suasana belum terlalu bising.
  • Jika hari sedang hujan, kita bisa melihat hujan pagi hari dan itu rasanya sangat menyejukan.
  • Jika hujan makin deras, kita bisa melihatnya lebih lama, jika kamu sedang tidak terburu-buru kegiatan lain; misal sekolah, kerja, atau masak air.
  • Jika hari sedang cerah, kita bisa mendengar suara burung pagi hari, dan itu rasanya menyenangkan.

425 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Menjadi Pelayan Bagi Kehidupan Sesama

Pelayanan

Pernahkah anda melihat orang yang begitu sibuk dengan segala aktifitasnya yang seolah tiada habisnya? Atau orang yang selalu mengiyakan segala cara agar dipuji oleh orang lain? Jika iya, bisa jadi ia adalah tipe orang yang hidup hanya untuk mengejar prestasi. Orang-orang seperti ini menggunakan prestasi sebagai titik tolak ukurannya dengan orang lain. Mereka merasa bahwa makna hidupnya mereka temukan dalam setiap prestasi dan aktifitas yang mereka lakukan. Mungkin kita sendiri bisa melakukan ini itu secara baik, kita merasa punya skill yang mumpuni, tapi apakah diri kita sudah menjadi pelayan yang baik bagi sesama?

Makna pelayanan adalah tentang kesungguhan kita dalam melakukan suatu hal. Mungkin saja seorang pembantu rumah tangga misalnya, atau tukang sampah yang maaf kurang dihargai di masyarakat justru malah benar-benar mengabdikan dirinya untuk melayani sesama. Sebab kunci pelayanan adalah soal kesungguhan dalam melakukan sesuatu, bukan berapa banyak hal yang kita lakukan atau berapa banyak aktifitas yang kita jalankan. Bahkan mungkin, pelayanan kita itu tidak mendapat pujian sama sekali dan justru malah mendapat celaan. Bukan mustahil, orang yang tidak mendapat prestasi dalam hidupnya malah mampu mengimplementasikan bentuk pelayanan itu secara baik dalam hidupnya. Namun manusia memang lebih senang untuk mencari prestasi dan ketenaran ketimbang hal ini.

Yesus dalam hidupnya tidak pernah mencari ketenaran. Dalam Injil Markus 10:45 dituliskan bahwa, “… Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani ….”. Hal ini menjadi bukti bahwa Yesus datang ke dunia untuk menjadi pelayan bagi sesama yang membutuhkan. Hal ini dapat kita lihat dari segala tindakan Yesus yang menyembuhkan orang buta, mengusir setan, memberi makan banyak orang, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Jadi apakah kita tetap kukuh untuk mengejar prestasi dan kepentingan diri, atau berubah menjadi seseorang yang mengabdikan dirinya untuk orang lain?

1,576 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini